berikut adalah beberapa perilaku yang jika kita melakukannya akan di dioakan oleh para malaikat,semoga kita dapat engamalkannya sehingga kita bisa di dioakan oleh para malaikat atau Apakah anda sudah termasuk salah satunya ???
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
18 April 2010
7 (Tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi
Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan. Negeri yang sedemikian makmurnya ini, terancam kekurangan sandang, pangan dan papan. Kegoncangan melanda di mana-mana. Kegelisahan menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan. Begitulah kalau krisis ekonomi sudah memakan korban.
Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya. Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :
“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud : 6)
Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya. Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :
“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud : 6)
21 Maret 2010
INFORMASI PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES,LAYANAN PENUH 24 JAM
Bila kita akan “berangkat” dari ala mini ia ibarat penerbangan ke sebuah Negara. Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan,tetapi melalui Al-qur’an dan Al-Hadits.
Dimana penerbangannya bukan Garuda Airlines,Singapore Airlines, atau Fly Emirates, tetapi Al-Jenazah Airlines
25 Februari 2010
kisah Ali Bin Abi Tholib
Imam Ali bin Abi Thalib r.a. adalah sepupu Rasulullah s.a.w. Dikisahkan bahwa pada waktu ibunya Fatimah binti Asad, dalam keadaan hamil, beliau masih ikut bertawaf disekitar Ka'bah. Kerana keletihan yang dialaminya lalu si ibu tadi duduk di depan pintu Ka'bah seraya memohon kepada Tuhannya agar memberinya kekuatan. Tiba-tiba tembok Ka'bah tersebut bergetar dan terbukalah dindingnya. Seketika itu pula Fatimah binti Asad masuk ke dalamnya dan terlahirlah di sana seorang bayi mungil yang kelak kemudian menjadi manusia besar, Imam Ali bin Abi Thalib r.a.
Pembicaraan tentang Imam Ali bin Abi Thalib tidak dapat dipisahkan dengan Rasulullah s.a.w. Sebab sejak kecil beliau telah berada dalam didikan Rasulullah s.a.w, sebagaimana dikatakannya sendiri: "Nabi membesarkan aku dengan suapannya sendiri. Aku menyertai beliau kemanapun beliau pergi, seperti anak
Pembicaraan tentang Imam Ali bin Abi Thalib tidak dapat dipisahkan dengan Rasulullah s.a.w. Sebab sejak kecil beliau telah berada dalam didikan Rasulullah s.a.w, sebagaimana dikatakannya sendiri: "Nabi membesarkan aku dengan suapannya sendiri. Aku menyertai beliau kemanapun beliau pergi, seperti anak
1 Tamparan untuk jawaban 3 pertanyaan
1 tamparan untuk 3 pertanyaan
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.
19 Februari 2010
110 Akhlak menuju kesempurnaan Iman
1. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar terutama syirik;
2. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
3. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan sedapat mungkin di Masjid;
4. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain dengan zakat, infak dan shadaqah;
5. Biasakan shalat malam dan shalat dhuha;
6. Perbanyak baca Al Qur’an, dzikir dan do’a kepada Allah;
7. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
8. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
9. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
10. Cintailah keluarga Nabi Muhammad SAW;
11. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
12. Sayangi, didik dan cukupi kebutuhan keluarga serta bahagiakan selalu anak dan istri/suami;
13. Sayangi dan santuni fakir miskin dan anak yatim;
14. Hormati dan sayangi tetangga;
15. Bergaulah dan berkumpulah dengan orang-orang shaleh;
16. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
17. Laksanakan shalat sunnah rawatib sebagai pengiring shalat fardhu;
18. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
19. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
20. Jangan durhaka kepada orang tua dan membunuh;
21. Jangan berzina;
22. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
23. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
24. Berlakulah adil dalam segala urusan;
25. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
26. Jangan sakiti perasaan ayah dan ibu;
27. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
28. Perbanyaklah & menyambung silaturahmi dengan saudara, tetangga dan sahabat;
29. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
30. Jangan tamak/ pelit kepada harta;
31. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
32. Jangan mencuri, manipulasi/menipu dan korupsi;
33. Santuni anak yatim dan janda yang miskin dan jangan usir orang yng meminta-minta;
34. Jangan sakiti hati dan fisik anak yatim ;
35. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
36. Jagalah wudhu senantiasa
37. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
38. Jaga lidah dengan jangan melukai hati orang lain;
39. Jangan membiasakan berkata dusta;
40. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
41. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
42. Seringlah mengingat kematian;
43. Seringlah berziarah ke Kubur;
44. Doakan orangtua dan keluarga yang telah meninggal dunia
45. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
46. Jangan takut kepada mahluk/manusia;
47. Jangan marah berlebih-lebihan;
48. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
49. Sabar apabila mendapat kesulitan;
50. Tawakal apabila mempunyai rencana/ program;
51. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
52. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
53. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
54. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
55. Jangan hasud, usil dan iri dengan kekayaan dan kesuksesan orang ;
56. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
57. Jangan hancur karena kezaliman;
58. Jangan goyah karena fitnah;
59. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
60. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
61. Patuhi ulil amri/Pemimpin/Pemerintah dan hukum yang diterapkan oleh Negara;
62. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuh dan jangan berkhianati;
63. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
64. Jangan percaya ramalan manusia;
65. Jangan terlampau takut miskin;
66. Hormatilah setiap orang;
67. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
68. Bicaralah secukupnya, jangan berbicara dengan berteriak;
69. Beristri/ bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
70. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
71. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
72. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
73. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
74. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
75. Hormatilah kepada guru dan ulama;
76. Jangan terlalu banyak hutang dan jangan royal;
77. Jangan terlampau mudah berjanji;
78. Perbanyak senyum dan bersikap ramah;
79. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
80. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
81. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, balaslah dengan kebaikan;
82. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian ataupun beda pendapat;
83. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
84. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
85. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
86. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
87. Jangan membuka aib orang lain ataupun berburuk sangka;
88. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
89. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
90. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
91. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
92. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
93. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
94. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
95. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
96. Hargai prestasi dan pemberian orang;
97. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
98. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
99. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
100. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu;
101. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
102. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
103. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
2. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
3. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan sedapat mungkin di Masjid;
4. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain dengan zakat, infak dan shadaqah;
5. Biasakan shalat malam dan shalat dhuha;
6. Perbanyak baca Al Qur’an, dzikir dan do’a kepada Allah;
7. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
8. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
9. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
10. Cintailah keluarga Nabi Muhammad SAW;
11. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
12. Sayangi, didik dan cukupi kebutuhan keluarga serta bahagiakan selalu anak dan istri/suami;
13. Sayangi dan santuni fakir miskin dan anak yatim;
14. Hormati dan sayangi tetangga;
15. Bergaulah dan berkumpulah dengan orang-orang shaleh;
16. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
17. Laksanakan shalat sunnah rawatib sebagai pengiring shalat fardhu;
18. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
19. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
20. Jangan durhaka kepada orang tua dan membunuh;
21. Jangan berzina;
22. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
23. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
24. Berlakulah adil dalam segala urusan;
25. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
26. Jangan sakiti perasaan ayah dan ibu;
27. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
28. Perbanyaklah & menyambung silaturahmi dengan saudara, tetangga dan sahabat;
29. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
30. Jangan tamak/ pelit kepada harta;
31. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
32. Jangan mencuri, manipulasi/menipu dan korupsi;
33. Santuni anak yatim dan janda yang miskin dan jangan usir orang yng meminta-minta;
34. Jangan sakiti hati dan fisik anak yatim ;
35. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
36. Jagalah wudhu senantiasa
37. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
38. Jaga lidah dengan jangan melukai hati orang lain;
39. Jangan membiasakan berkata dusta;
40. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
41. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
42. Seringlah mengingat kematian;
43. Seringlah berziarah ke Kubur;
44. Doakan orangtua dan keluarga yang telah meninggal dunia
45. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
46. Jangan takut kepada mahluk/manusia;
47. Jangan marah berlebih-lebihan;
48. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
49. Sabar apabila mendapat kesulitan;
50. Tawakal apabila mempunyai rencana/ program;
51. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
52. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
53. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
54. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
55. Jangan hasud, usil dan iri dengan kekayaan dan kesuksesan orang ;
56. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
57. Jangan hancur karena kezaliman;
58. Jangan goyah karena fitnah;
59. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
60. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
61. Patuhi ulil amri/Pemimpin/Pemerintah dan hukum yang diterapkan oleh Negara;
62. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuh dan jangan berkhianati;
63. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
64. Jangan percaya ramalan manusia;
65. Jangan terlampau takut miskin;
66. Hormatilah setiap orang;
67. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
68. Bicaralah secukupnya, jangan berbicara dengan berteriak;
69. Beristri/ bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
70. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
71. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
72. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
73. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
74. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
75. Hormatilah kepada guru dan ulama;
76. Jangan terlalu banyak hutang dan jangan royal;
77. Jangan terlampau mudah berjanji;
78. Perbanyak senyum dan bersikap ramah;
79. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
80. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
81. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, balaslah dengan kebaikan;
82. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian ataupun beda pendapat;
83. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
84. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
85. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
86. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
87. Jangan membuka aib orang lain ataupun berburuk sangka;
88. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
89. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
90. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
91. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
92. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
93. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
94. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
95. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
96. Hargai prestasi dan pemberian orang;
97. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
98. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
99. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
100. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu;
101. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
102. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
103. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
Hidup Mulia Dengan Akhlakul karimah
Secara garis besar pokok-pokok ajaran nabi terbagi menjadi 3 pilar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya yaitu Aqidah, Ibadah, dan Akhlaq. Terkait dengan urgensi akhlaq, Alloh SWT berfirman dalam QS al-Qolam 4, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur”. Begitu juga salah satu hadits berbunyi, “Orang yg terbaik diantara umatku adalah yang terbaik akhlaqnya”. Diceritakan pula dalam suatu riwayat, seorang sahabat bertanya kepada rosul, wahai rosul apa itu kebaikan dan keburukan?, rosul menjawab, kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan keburukan itu adalah apa yang membuat keraguan dalam dirimu dan kamu tidak suka yang dilakukan itu diketahui
17 Februari 2010
Tentang Salam
*) Dari Al Barra' bin Azib r.a berkata : "Rasulullah Shallallahu Alaihi Washallam menyuruh kami untuk melaksanakan 7 macam perbuatan yaitu : menjeguk org sakit, mengiringkan jenazah, mendo'akan org yg bersin, menolong org yg lemah, membantu org yg teraniaya, menyebarluaskan salam dan menepati sumpah" (HR. Bukhori dan Muslim)
*) Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Washallam bersabda : "Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling sayang menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu yg apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling sayang menyayangi? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu sekalian" (HR. Bukhori dan Muslim)
nb : jadi tidak selayaknya kita mengirimkan salam seperti : ass, askum, aslkm dll, maka ucapkanlah yg sempurnah "assalamu'alaikum"
*) Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Washallam bersabda : "Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling sayang menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu yg apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling sayang menyayangi? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu sekalian" (HR. Bukhori dan Muslim)
nb : jadi tidak selayaknya kita mengirimkan salam seperti : ass, askum, aslkm dll, maka ucapkanlah yg sempurnah "assalamu'alaikum"
Jangan Menyerah!!
Ketika kita keras terhadap kehidupan,niscaya kehidupan akan tunduk kepada kita. Sebaliknya, ketika kita lemah terhadapnya maka kita akan mudah ia kalahkan, kita jadi gampang menyerah.
Teman-teman sekalian tentu mengerti bahwa jiwa manusia itu terbentuk berdasarkan bagaimana ia melewati kehidupan dan bagaimana ia memaknainya. Ada jiwa-jiwa yang kokoh bagai karang, tak goyah walau cobaan hidup datang silih berganti. Ada juga yang rapuh, mudah roboh, bagai pohon kayu yang tumbang walau terhembus angin sedikit saja. Ada yang mampu kalahkan keadaan, sebaliknya, ada juga yang mudah menyerah, cengeng, tak punya semangat juang.
“Lau laa al-masyaqqoh lasaada an-naas kulluhu”
Teman-teman sekalian tentu mengerti bahwa jiwa manusia itu terbentuk berdasarkan bagaimana ia melewati kehidupan dan bagaimana ia memaknainya. Ada jiwa-jiwa yang kokoh bagai karang, tak goyah walau cobaan hidup datang silih berganti. Ada juga yang rapuh, mudah roboh, bagai pohon kayu yang tumbang walau terhembus angin sedikit saja. Ada yang mampu kalahkan keadaan, sebaliknya, ada juga yang mudah menyerah, cengeng, tak punya semangat juang.
“Lau laa al-masyaqqoh lasaada an-naas kulluhu”
tentang Muhrim
Berikut ini beberapa orang yang dianggap mahrom padahal bukan:
1. Ayah Dan Anak Angkat.
Hal ini berdasarkan firman Allah :
"Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu." [Al-Ahzab: 4]
2. Sepupu (Anak Paman/Bibi).
3. Saudara Ipar.
Hal ini berdasarkan hadits berikut:
"Waspadailah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda; "Al-Hamwu adalah merupakan kematian". [HR Bukhori; 5232 dan Muslim 2172]
Imam Baghowi berkata; " Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudara suami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan seandainya yang dimaksud adalah mertua padahal ia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?" Lanjutnya: "Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian".
1. Ayah Dan Anak Angkat.
Hal ini berdasarkan firman Allah :
"Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu." [Al-Ahzab: 4]
2. Sepupu (Anak Paman/Bibi).
3. Saudara Ipar.
Hal ini berdasarkan hadits berikut:
"Waspadailah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda; "Al-Hamwu adalah merupakan kematian". [HR Bukhori; 5232 dan Muslim 2172]
Imam Baghowi berkata; " Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudara suami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan seandainya yang dimaksud adalah mertua padahal ia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?" Lanjutnya: "Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian".
14 Januari 2010
3 Golongan Yang akan di benci Oleh Allah
satu lagi nasihat agama dari saya
sekiranya dapat menjadi renungan bagi kita semua
AMIN...
Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
"Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat. Tidak dilihat dan dibesihkan (dalam dosa) serta akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu seseorang yang melakukan isbal (musbil), pengungkit pemberian, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." [Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah]
NB :
- Isbal adalah memanjangkan pakaian dibawah mata kaki (khusus Laki-laki)
sekiranya dapat menjadi renungan bagi kita semua
AMIN...
Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
"Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat. Tidak dilihat dan dibesihkan (dalam dosa) serta akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu seseorang yang melakukan isbal (musbil), pengungkit pemberian, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." [Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah]
NB :
- Isbal adalah memanjangkan pakaian dibawah mata kaki (khusus Laki-laki)
11 Januari 2010
Janganlah Menjadi Orang Yang Menyesal
Dalam QS Al-Mulk 10 Alloh SWT berfirman, “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.
Ayat di atas menggambarkan penyesalan dari orang-orang yang saat hidup di dunia tidak mendengarkan
Ayat di atas menggambarkan penyesalan dari orang-orang yang saat hidup di dunia tidak mendengarkan
29 Desember 2009
MAKNA SEBUAH TITIPAN
Entah kenapa saya selalu ingin menuliskannya. Ini adalah judul salah satu puisi karya WS Rendra. Mungkin sudah banyak yang mengenalnya. Dialah si Burung Merak. Saya tidak akan mengajak para pembaca untuk menjadi sastrawan. Atau belajar susastra. Tetapi lebih kepada pemahaman hidup dan kehidupan.
Pembelajaran bisa kita dapatkan dari siapa pun. Pencerahan bisa datang dari mana saja. Tak kenal waktu. Bahkan tak terduga. Asalkan baik, tidak bertentangan dengan nash atau dalil. Juga hidup itu terlalu indah
Pembelajaran bisa kita dapatkan dari siapa pun. Pencerahan bisa datang dari mana saja. Tak kenal waktu. Bahkan tak terduga. Asalkan baik, tidak bertentangan dengan nash atau dalil. Juga hidup itu terlalu indah
Apa Itu "DOA"
BERDOA -- yang secara etimologis berarti "meminta kepada Allah" -- mempunyai tujuan-tujuan yang bukan saja bersifat ukhrawi, melainkan juga bersifat duniawi. karena doa bukanlah untuk kepentingan Allah melainkan untuk kepentingan manusia itu sendiri. Kalaupun kita berdoa untuk memohon segala "sesuatu yang kita butuhkan", "yang kita inginkan" ataupun hanya "untuk menenangkan diri dari segala kesusahan", namun
LOVE U MOM...
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak kamu memang takkan mengerti…”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” Sepertinya ibu menangis tidak ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu
“Nak kamu memang takkan mengerti…”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?” Sepertinya ibu menangis tidak ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu
01 November 2009
Lima Cara Pilih Sahabat
NASIHAT yang boleh diikuti dalam
membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang
sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:
1. Pilihlah sahabat yang
suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita
dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
2. Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau
bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat
kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungka n
(menyebutnya) .
3. Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan
untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa
terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai
keburukan dirimu ia suka menutupinya.
4. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya,
pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika
ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka
membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
5. Sahabat yang
jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu
mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang
berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya,
dia suka mengalah untuk kepentinganmu. Dalam memilih sahabat kita
hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat
untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang
mulia.
semoga dapat menjadi bahan pertimbangan buat kita semua dalam bergaul, baik di kampus, di lingkungan tempat tinggal.
membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang
sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:
1. Pilihlah sahabat yang
suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita
dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.
2. Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau
bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat
kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungka n
(menyebutnya) .
3. Pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan
untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa
terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai
keburukan dirimu ia suka menutupinya.
4. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya,
pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika
ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka
membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.
5. Sahabat yang
jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu
mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang
berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya,
dia suka mengalah untuk kepentinganmu. Dalam memilih sahabat kita
hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat
untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang
mulia.
semoga dapat menjadi bahan pertimbangan buat kita semua dalam bergaul, baik di kampus, di lingkungan tempat tinggal.
31 Oktober 2009
Ciri-Ciri Anak Sholeh
1. Memandang orangtua dengan pandangan cinta, penuh kasih dan gembira
“Seorang anak yang memandang kepada orangtuanya dengan pandangan cinta, akan dicatat Allah seperti amalan orang yang naik Haji Mabrur” (HR Ar-Rafi’i dan Al-Baihaqi)
“Seorang anak yang memandang kepada orangtuanya dengan pandangan cinta, akan dicatat Allah seperti amalan orang yang naik Haji Mabrur” (HR Ar-Rafi’i dan Al-Baihaqi)
Langganan:
Postingan (Atom)
